Sejak Bapak meninggal dunia, gue nggak pernah lagi mengenal cinta sejati. Cinta yang sebenernya. Gue rasa gue juga udah nggak mau lagi jatuh cinta, karena kehilangan akan jadi akhir dari semuanya. Gue begitu takut akan kehilangan untuk yang kesekian kalinya. Tapi akhir-akhir ini gue mulai merasakan kenyamanan yang nggak tau apa artinya. Karena jujur gue belum bisa memahami apa yang terjadi sama hati gue. Gue merasa nyaman sama seseorang ya baru kali ini. Setelah sekian lama gue nggak ngrasain hal ini lagi. Tapi ternyata Tuhan nggak mengijinkan gue untuk merasakan nyamannya kehidupan secara lama. Mungkin Tuhan pengen gue mati aja. Orang yang udah bikin gue merasa nyaman saat dengannya, ternyata udah punya sandaran lain. Yang mungkin lebih segalanya dibanding gue. Yang lebih berarti untuk diperjuangin. Yang lebih layak buat di jadiin tempat bercerita susah dan senangnya kehidupan di tempat yang fana ini. Ini yang gue takutin. Ini yang nggak mau gue jalanin. Gue nggak mau merasa nyaman sama orang lain lagi, kalo ujungnya akan berakhir dengan kehilangan tanpa bisa mengungkapkan apa yang sebenernya gue rasain. Ternyata ada yang lebih sakit dari patah hati. Ya ini, sayang tapi tak bisa mengungkapakan. Semoga elo bahagia kak..
#Gharet
Tidak ada komentar:
Posting Komentar